Ustadz Edy Puwanto Mengabdi dari Dili Hingga Bangli - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

08 September 2021

Ustadz Edy Puwanto Mengabdi dari Dili Hingga Bangli

BANGLI - Setiap dai dimanapun dia berkiprah harus selalu meluruskan niatnya, karena dengan niat yang benar itulah yang akan mendatangkan per...


BANGLI - Setiap dai dimanapun dia berkiprah harus selalu meluruskan niatnya, karena dengan niat yang benar itulah yang akan mendatangkan pertolongan dari Allah SWT. 

Demikian dikatakan dai senior Ust Ahmad Edy Purwanto. Dai yang pernah ditugaskan berdakwah ke Timor Timur (Timtim) sebelum referendum kemerdekaan Timor Timur yang kini menjadi Republik Demokratik Timor Leste ini, mengingatkan bahwa niat lurus harus selalu dijaga. 

"Jaaangan sampai salah niat. Jadi, hati hati dengan niat. (Hanya) Allah-lah tujuan kita. Insya Allah dengan niat itulah akan ada jaminan pertolongan dari Allah fiddunya wal akhir," katanya dalam obrolan virtual dengan Hidayatullah.or.id / Posdai.or.id yang ditulis, Selasa (7/9/2021). 

Edy mengatakan, seorang dai harus meyakini betul firman Allah SWT dalam Al Quran surah Muhammad Ayat 7 bahwa siapa yang menolong agama Allah maka pasti akan ditolong (intansurullaaha yansurukum). 

Sehingga, menurutnya, jangan ditanyakan pertolongan Allah jika sudah menolong agama Allah karena itu sudah jandi Allah, maka pasti. 

"Pertanyaannya sekarang adalah, sudahkah kita menolong agama Allah. Bukan Allah butuh kita tetapi kita yang butuh Allah," imbuh suami Uswatun Hasanah ini.  

"Artinya, Islam yang rahmatan lil 'alamiin ini tidak sekedar kita nikmati sendiri karena tujuan kita hidup di dunia ini ada dua, yaitu, satu, ibadah kepada Allah. Kedua, kita sebagai khalifah agar bagaimana rahmatan lil 'alamiin ini bisa terbangun di lingkungan kita dan lebih luas lagi untuk masyarakat," imbuhnya.  

Dai yang pernah mensyahadatkan 66 orang suku Tengger Senduro ini pun memberikan kiat berdakwah, yakni berupaya menjadi manusia yang memberi manfaat kepada siapapun dan dimanapun berada. 

"Hal ini sebagaimana pesan Nabi bahwa sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat pada manusia lainnya. Tapi, ingat, semua itu harus didasari pada niat," katanya. 

Kini Edy Purwanto mengabdi Provinsi Bali. Tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Di sini ia membina juga sejumlah muallaf. 

Sebelumnya ia ditugaskan merintis dakwah di Kupang bersama almarhum Ust Abdullah Azzam pada tahun 1993. Hanya sekitar 1 tahun di Kupang, ia mendapat mendapat tugas baru untuk ke Dili, Timor Timur. 

Bersama sahabatnya, Ust Hanafi Martin, seorang muhtadin asli Timtim, mereka berkiprah di Bumi Lorosae tepatnya di Fatuhada. Mereka lalu mendirikan Yayasan Al Ishlah untuk membina muallaf di desa Daisua, Kecamatan Same, distrik Manufahi, Timtim Selatan. 

Dakwah di daerah minoritas muslim di Timtim memang tidak mudah. Edy dan Hanafi pun merasakan rintangan itu. Bahkan mereka sempat harus mendekam di penjara.



Kini, sejak 22 September 2019, Edy mendapatkan amanah dakwah baru di Provinsi Bali. Tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. 

"Tantangannya di tempat baru ini adalah kondisi masyarakat lokal yang cukup fanatik sehingga keberadaan lembaga Islam pun sangat diawasi," kata Edy. 

Namun, Edy mengaku dapat memahami kondisi sosial semacam itu. Sehingga ia pun terus menguatkan silaturrahim dan melakukan langkah langkah konkrit dengan membantu kebutuhan masyarakatmuslim maupun non muslim.

Belum lagi ia juga menghadapi persoalan lainnya yaitu topografi daerah Bangli yang berupa kontur pegunungan sehingga kerap melalui medan jalan yang tidak ringan menuju daerah binaan muallaf sekitar 26 KK di daerah pegunungan di Kutuh. 

Kendati berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan semacam itu, suami Uswatun Hasanah dan ayah dari 4 anak ini tak mengenal putus asa dalam kamus hidupnya. 

"Hidup adalah karunia yang harus kita syukuri dan jangan disiasiakan, dan dengan berjamaah inilah hidup kita lebih berarti," katanya. (ybh/hio)

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri