Dakwah Ustadz Endang Abdurrahman Hingga Garis Akhir Perjuangan - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

19 Mei 2026

Dakwah Ustadz Endang Abdurrahman Hingga Garis Akhir Perjuangan

MALAM itu, Kamis 14 Mei 2026, Aula Hidayatullah Bandung Barat dipenuhi suasana ilmu dan nasihat. Di hadapan para peserta, Ustadz Endang Abd...

MALAM
itu, Kamis 14 Mei 2026, Aula Hidayatullah Bandung Barat dipenuhi suasana ilmu dan nasihat. Di hadapan para peserta, Ustadz Endang Abdurrahman tetap berdiri menyampaikan materi dakwah bertajuk “Dakwah Perkotaan Menembus Labirin Beton.” Tidak banyak yang menyangka, malam itu akan menjadi salah satu jejak terakhir perjuangan beliau di jalan dakwah.

Muhammad Agung Trana Jaya, Ketua Departemen Dakwah Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, melalui laman Facebook miliknya mengenang detik-detik yang begitu membekas dalam ingatannya. Ia bersama para peserta sebenarnya telah berkali-kali meminta Ustadz Endang untuk beristirahat setelah melihat kondisi fisik beliau yang mulai melemah.

“Cukup ustadz, istirahat dulu,” begitu permintaan yang terus disampaikan malam itu. Namun, Ustadz Endang menjawab dengan tenang dan penuh keteguhan, “Lanjut, saya tahu batasan.”

Kalimat itu kini menjadi pesan yang terus terngiang bagi orang-orang yang menyaksikan langsung malam tersebut. Di tengah tubuh yang mulai kelelahan, beliau tetap memilih menuntaskan amanah dakwah hingga akhir materi selesai disampaikan. Setelah itu, kondisi beliau semakin lemah hingga akhirnya harus dipapah untuk beristirahat.

Acara malam itu tetap berjalan diiringi diskusi dan doa-doa yang terus dipanjatkan hingga sekitar pukul 22.00. Namun keadaan Ustadz Endang terus menurun. Beliau kemudian diangkat ke ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Keesokan harinya, Jumat 15 Mei 2026 sore, kabar duka itu datang. Ustadz Endang Abdurrahman dinyatakan wafat. Bagi Muhammad Agung Trana Jaya, kepergian itu menghadirkan kesedihan mendalam sekaligus pelajaran besar tentang makna ketulusan dalam perjuangan.

Ia mengingat kembali ucapan terakhir yang disampaikan almarhum, “Lanjut, saya tahu batasan,” seolah menjadi penegasan bahwa beliau memahami batas akhir usia dan memilih menapakinya dalam keadaan tetap berdakwah.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Suhardi Sukiman, menyebut almarhum sebagai sosok pendidik dan dai yang selama hidupnya aktif membina umat, khususnya dalam penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan generasi muda.

Menurutnya, almarhum tidak hanya dikenal di lingkungan Hidayatullah Jawa Barat, tetapi juga di berbagai daerah karena kiprahnya dalam pendidikan dan pembinaan keluarga Muslim. Perannya memperlihatkan konsistensinya dalam menggabungkan dakwah, pendidikan, dan pembinaan karakter umat melalui pendekatan akademik dan keteladanan kehidupan sehari-hari.

"Kami kehilangan seorang murabbi, pendidik, dan sosok ayah bagi banyak generasi muda. Almarhum Ustadz Endang Abdurrahman telah mewakafkan hidupnya untuk dakwah dan pembinaan umat dengan penuh ketulusan,” ujar Suhardi yang juga mantan Ketua PosDai Jakarta ini.

Materi tentang dakwah perkotaan yang almarhum sampaikan malam itu kini menjadi warisan semangat bagi para penerus perjuangan. Sosok Ustadz Endang dikenang bukan hanya karena kata-katanya, tetapi karena keteladanan hidupnya yang terus bergerak hingga titik akhir pengabdian.

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri