PosDai Tingkatkan Kompetensi Pengajar Al-Qur’an melalui Daurah Muallim Grand MBA di Gorontalo
Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) menggelar kegiatan Upgrading Muallim Grand MBA se-Gorontalo pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut d...
Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) menggelar kegiatan Upgrading Muallim Grand MBA se-Gorontalo pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengajar Al-Qur’an dari berbagai kampus, yayasan, dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah di Provinsi Gorontalo sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an melalui metode Grand MBA.
Ketua PosDai Gorontalo, Ust. Saiful Yusuf, S.Sos.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyamakan standar bacaan dan metode pengajaran Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan metode yang diterapkan di lembaga. Menurutnya, penguatan metode menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan dan dakwah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyamakan standar baca dan metode mengajar MBA Al-Qur’an agar sesuai kaidah tajwid dan metode yang berlaku di lembaga kita, yaitu metode MBA paket Qira’ah dan terjemah serta tahsinnya,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas muallim dalam mengelola kelas, memotivasi santri, serta melakukan evaluasi hafalan dan tahsin. Para peserta juga mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kesiapan sebagai pemateri dan penanggung jawab pembelajaran MBA di kampus-kampus Hidayatullah Gorontalo.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta yang seluruhnya merupakan dai dari kampus, yayasan, dan DPD di wilayah Gorontalo. Dalam pelaksanaannya, forum upgrading juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarpengajar agar terbentuk koordinasi dan sinergi pembelajaran yang lebih terstruktur.
Grand MBA menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan Al-Qur’an melalui pendekatan pembelajaran baca, tahsin, qira’ah, dan terjemah secara sistematis. Melalui penguatan kompetensi muallim, proses pembelajaran Al-Qur’an diharapkan berjalan dengan standar yang sama sehingga kualitas pendidikan dapat terjaga di setiap lembaga.
Saiful Yusuf menjelaskan, penguatan pengajar Al-Qur’an memiliki keterkaitan langsung dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembelajaran Al-Qur’an yang dilakukan secara terstruktur menjadi bagian dari proses pembinaan generasi melalui penguatan literasi keagamaan, disiplin pembelajaran, serta pembentukan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an secara benar.
Saiful Yusuf menjelaskan bahwa tindak lanjut kegiatan meliputi penerapan materi dalam proses belajar mengajar, evaluasi berkala melalui munaqasyah dan supervisi pembelajaran, hingga program pembinaan lanjutan bagi muallim yang belum mencapai standar kelulusan.
Ketua Departemen Dakwah DPP Hidayatullah, Agung Tranajaya, M.Si., berharap kegiatan upgrading tersebut dapat dilaksanakan di seluruh wilayah sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar Al-Qur’an.
Ia menyampaikan bahwa kebutuhan pengajar akan semakin meningkat seiring rencana kehadiran Majelis Quran Hidayatullah (MQH) dan Rumah Quran Hidayatullah (RQH) di berbagai kecamatan.

















