Ustadz Rikman Alwi Mengabdi, Menyalakan Cahaya Al-Qur’an dari Ujung Morotai - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

16 Juni 2026

Ustadz Rikman Alwi Mengabdi, Menyalakan Cahaya Al-Qur’an dari Ujung Morotai

Di beranda timur Indonesia, di antara hamparan Laut Halmahera yang memisahkan pulau-pulau kecil dari pusat keramaian negeri, seorang pemuda ...

Di beranda timur Indonesia, di antara hamparan Laut Halmahera yang memisahkan pulau-pulau kecil dari pusat keramaian negeri, seorang pemuda memilih jalan yang tidak banyak diminati. Namanya Rikman Alwi, kelahiran Bajo tahun 1997. 

Ketika sebagian anak muda mengejar peluang di kota-kota besar, ia justru menetapkan langkah pengabdiannya di Desa Cucumare, Pulau Morotai, sebuah kawasan kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan keagamaan.

Perjalanan dakwahnya dimulai pada tahun 2020. Dengan bekal kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an dan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil, Rikman mengabdikan dirinya sebagai pengajar di TPQ Al-Hidayah Cucumare. 

Setiap hari ia mendampingi anak-anak pesisir yang tumbuh bersama ombak dan perahu, memperkenalkan mereka pada huruf-huruf hijaiyah, bacaan Al-Qur’an, dan nilai-nilai Islam yang membentuk karakter.

Bagi Rikman, anak-anak didiknya itu adalah generasi penerus yang kelak memegang estafet dakwah di wilayah terdepan Indonesia. Karena itulah, pendidikan Al-Qur’an dipandangnya sebagai investasi peradaban yang hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi akan terasa pada masa mendatang.

Seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa kebutuhan masyarakat tidak cukup dijawab hanya dengan kegiatan mengajar harian. Dari kesadaran itulah lahir gagasan mendirikan Pesantren Hidayatullah Cucumare. 

Dengan segala keterbatasan yang ada, ia merintis sebuah pusat pembinaan yang menjadi tempat belajar, menghafal Al-Qur’an, dan menanamkan nilai-nilai keislaman bagi anak-anak kepulauan.

Namun perjuangan di Morotai tidak pernah sederhana. Setiap hari menghadirkan tantangan yang berbeda. Transportasi laut sangat bergantung pada cuaca. Ketersediaan bahan ajar masih terbatas. Jarak antarpermukiman sering kali harus ditempuh untuk menjangkau para santri dan masyarakat binaan. 

Dalam kondisi seperti itu, mobilitas menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan dakwah. Rikman mengakui bahwa saat ini ia sangat membutuhkan kendaraan operasional berupa sepeda motor untuk mendukung aktivitas hariannya. 

Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mengajar di TPQ, mengunjungi rumah-rumah santri, serta memperluas pembinaan masyarakat hingga ke wilayah-wilayah sekitar yang sulit dijangkau.

Meski demikian, keterbatasan tidak pernah mengurangi semangatnya. Dengan kesabaran dan ketekunan, ia terus menanam benih-benih keimanan dari sebuah mushala sederhana di Desa Cucumare. Ia meyakini bahwa dari tempat yang jauh dari sorotan itulah akan lahir generasi Qur’ani yang menjaga Pulau Morotai tetap bercahaya dalam nilai-nilai Islam.

“Anak-anak Desa Cucumare ini adalah pewaris dakwah masa depan,” demikian keyakinan yang tercermin dalam seluruh perjalanan pengabdiannya.

Dakwah tidak selalu tumbuh di mimbar besar atau pusat kota. Kadang ia hadir dalam kesunyian pulau-pulau terdepan, dijalankan oleh orang-orang yang bekerja tanpa banyak tepuk tangan. Dari tangan mereka, huruf demi huruf Al-Qur’an diajarkan, dan dari pengabdian mereka, harapan bagi masa depan umat terus dijaga agar tetap hidup.

Kisah Rikman Alwi menjadi cerminan ribuan dai yang mengabdi di pelosok Nusantara. Karena itu, inisiatif Program Sahabat Dai yang digagas oleh Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) menjadi ikhtiar penting untuk memperkuat perjuangan mereka. Program ini mengajak masyarakat luas mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan para dai yang bertugas di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. 

Setiap dukungan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan investasi peradaban yang akan melahirkan lebih banyak generasi berilmu, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an. (nun/pos)

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri