Daurah Muallim GranD MBA di Kalbar Perkuat Kompetensi Pengajar Al-Qur'an - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

14 Juli 2026

Daurah Muallim GranD MBA di Kalbar Perkuat Kompetensi Pengajar Al-Qur'an

Daurah Muallim GranD MBA Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Barat digelar untuk mencetak muallim yang berkarakter, berilmu...

Daurah Muallim GranD MBA Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Barat digelar untuk mencetak muallim yang berkarakter, berilmu, dan mampu menghidupkan dakwah Al-Qur'an sebagai kontribusi bagi kemajuan umat, agama, dan bangsa. 

Kegiatan yang mengusung tema Mencetak Muallim Berkarakter Berilmu dan Berdakwah tersebut berlangsung pada Senin-Selasa, 13-14 Juli 2026 atau bertepatan dengan 28 Muharram 1448 H di Aula Kampus Hidayatullah, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

Pelatihan yang diselenggarakan Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah Kalimantan Barat ini diikuti peserta yang merupakan utusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah dan Muslimat Hidayatullah (Mushida) dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. 

Forum tersebut menghadirkan Ketua GranD MBA Pusat, Muhdi Muhammad, Ahmad Faris Al-Haq dari BKPTQ Divisi Standardisasi Didasmen, serta Sholihun sebagai instruktur wilayah Kalimantan Barat.

Dalam pemaparannya, Muhdi Muhammad menegaskan bahwa pengajaran Al-Qur'an perlu dikembangkan sebagai gerakan yang menjangkau masyarakat secara luas. "Jadikan GranD MBA sebagai gerakan mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur'an," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa GranD MBA merupakan akronim dari Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur'an yang dirancang untuk memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur'an sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur'an yang terarah dan sistematis.

Menurut Muhdi, keberadaan muallim memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi Al-Qur'an. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pengajar tidak hanya mencakup penguasaan metode, tetapi juga pembentukan karakter pendidik yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan bahwa daurah ini menjadi bagian dari proses standardisasi kompetensi pengajar Al-Qur'an yang dicanangkan oleh Hidayatullah melalui PosDai sebagai penggerak program ini. "Agenda ini merupakan salah satu kegiatan serap ilmu untuk mencetak muallim yang terstandard dalam mengajarkan Al-Qur'an dengan metode GranD MBA," katanya.

Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Arif Subagio, utusan DPD Hidayatullah Kabupaten Sintang, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan pembinaan masyarakat. "Acaranya menyenangkan, seru, pematerinya asyik, dan kita perlu kegiatan seperti ini untuk menambah wawasan pengajaran Al-Qur'an di masyarakat," ujarnya.

Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, Muhyidin Nur Rabbani, menjelaskan bahwa melalui daurah ini, pihaknya memperkuat upaya peningkatan kualitas muallim dengan mengintegrasikan penguasaan metode pembelajaran, standardisasi kompetensi, dan penguatan dakwah Al-Qur'an sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi kehidupan keagamaan dan masyarakat.

"Ini adalah upaya kita dalam meningkatkan kualitas muallim melalui penguasaan metode pembelajaran, standardisasi kompetensi, dan penguatan dakwah Al-Qur'an sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi kehidupan keagamaan dan masyarakat," pungkas Muhyiddin yang sudah malang melintang sebagai dai dan guru ngaji di berbagai daerah di Indonesia ini.[]

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri