Dukung Penguatan Dakwah di Tengah Banjir Informasi - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

08 September 2026

Dukung Penguatan Dakwah di Tengah Banjir Informasi

DAHULU, menyebarkan kabar membutuhkan waktu. Sekarang, satu sentuhan ujung jari dapat membuat sebuah informasi beredar ke ribuan orang sebe...

DAHULU,
menyebarkan kabar membutuhkan waktu. Sekarang, satu sentuhan ujung jari dapat membuat sebuah informasi beredar ke ribuan orang sebelum seseorang sempat memeriksa kebenarannya.

Perubahan teknologi membuat manusia semakin mudah berbicara, tetapi tidak otomatis membuat manusia semakin bijaksana.

Di grup keluarga, media sosial, dan berbagai ruang percakapan digital, kita sering menemukan informasi yang dibungkus dengan bahasa meyakinkan. Ada kutipan agama yang tidak jelas sumbernya. 

Ada foto lama yang dipasang seolah-olah merupakan peristiwa baru. Ada potongan video yang kehilangan konteks. Ada pula kabar yang sengaja dirancang untuk membangkitkan kemarahan.

Persoalannya menjadi lebih serius ketika informasi semacam itu menggunakan simbol agama. Orang cenderung merasa sedang melakukan kebaikan ketika membagikannya.

Padahal, Islam memiliki tradisi yang sangat kuat dalam memeriksa berita. Surah Al-Hujurat ayat 6 mengingatkan orang-orang beriman untuk melakukan tabayyun (verifikasi) ketika menerima berita dari orang yang membawa suatu kabar, agar tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena ketidaktahuan.

Tabayyun pada zaman digital memang membutuhkan bentuk yang lebih konkret. Kita perlu melihat sumber, tanggal, konteks, dan kredibilitas informasi. Jika sebuah kabar terlalu mengejutkan untuk dipercaya, justru mungkin itulah saat terbaik untuk tidak terburu-buru menyebarkannya.

Literasi digital dengan demikian bukan sekadar keterampilan teknologi. Ia juga berkaitan dengan akhlak. Setiap kali kita menekan tombol “bagikan”, sebenarnya kita sedang mengambil tanggung jawab atas informasi yang kita teruskan.

Dai dan lembaga dakwah menghadapi tantangan besar dalam hal ini. Mereka tidak hanya perlu menyampaikan ilmu, tetapi juga membantu umat membangun kebiasaan berpikir yang sehat. 

Masyarakat dapat mendukung pekerjaan tersebut dengan tidak menjadikan konten yang sensasional sebagai ukuran keberhasilan dakwah.

Kita juga perlu memberi ruang kepada dakwah yang mendidik, meskipun tidak selalu viral. Ada konten yang tidak membuat kita marah, tetapi membuat kita memahami. Ada tulisan yang tidak ramai dibagikan, tetapi membuat seseorang berhenti sejenak dan memperbaiki keputusan.

Pada akhirnya, menjaga kebenaran bukan hanya tugas orang yang membuat berita. Ia juga menjadi amanah orang yang meneruskannya.

Di era ketika satu jempol dapat mengubah nasib sebuah informasi, kehati-hatian bukan tanda lambat. Ia adalah bentuk tanggung jawab.[]

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri