Menyiapkan Dai yang Tangguh di Era Kecerdasan Buatan - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

30 Oktober 2026

Menyiapkan Dai yang Tangguh di Era Kecerdasan Buatan

TEKNOLOGI mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan memperoleh pengetahuan. Kini, informasi keagamaan dapat ditemukan mela...

TEKNOLOGI
mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan memperoleh pengetahuan. Kini, informasi keagamaan dapat ditemukan melalui mesin pencari, video pendek, media sosial, hingga aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Peluang penyebaran ilmu semakin luas, tetapi tantangan untuk memastikan kebenaran informasi juga semakin besar.

UNESCO, dalam kajiannya mengenai literasi media dan informasi pada era kecerdasan buatan, menekankan pentingnya kemampuan masyarakat untuk menilai informasi secara kritis. Teknologi generatif memungkinkan teks, gambar, suara, dan video dibuat dalam skala besar. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko berupa informasi yang tidak akurat, bias algoritma, serta konten sintetis yang sulit dibedakan dari materi asli.

Bagi dunia dakwah, perubahan ini menghadirkan pertanyaan mendasar: bagaimana pesan keislaman dapat menjangkau masyarakat luas tanpa mengorbankan ketelitian ilmu dan tanggung jawab penyampaian?

Dai masa kini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berbicara di hadapan jamaah. Mereka juga perlu memahami karakter media digital, mengenali sumber yang dapat dipercaya, menyusun pesan secara efektif, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Keterampilan tersebut dapat membantu dakwah menjangkau generasi muda sekaligus menghadirkan penjelasan yang lebih mudah diakses masyarakat.

Kecerdasan buatan dapat menjadi alat bantu, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab manusia dalam memeriksa sumber, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan isi pesan. Dalam urusan agama, ketelitian dan otoritas keilmuan tetap penting agar kemudahan teknologi tidak berubah menjadi jalan penyebaran kekeliruan.

Karena itu, penguatan kapasitas dai perlu menjadi bagian dari perhatian bersama. Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) dapat didukung dalam ikhtiar pengembangan dakwah yang relevan dengan perubahan zaman melalui program yang sesuai dengan kebutuhan dan pelaksanaannya.

Donasi bukan sekadar bantuan dana. Donasi merupakan bentuk partisipasi untuk memperluas kesempatan pengabdian, termasuk ketika dukungan tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas dai dan pengembangan sarana dakwah yang terverifikasi.

Teknologi akan terus berkembang, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap ilmu yang dapat dipercaya tidak akan hilang. Mari mendukung dakwah bersama PosDai agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan kebaikan, bukan sekadar mempercepat arus informasi.

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri