Saatnya Mendukung Mereka yang Mengajar Al-Qur’an
DI BANYAK titik rentan yang tak terliput di negeri ini, pembelajaran Al-Qur’an berlangsung berkat kesediaan guru ngaji meluangkan waktu di ...
DI BANYAK titik rentan yang tak terliput di negeri ini, pembelajaran Al-Qur’an berlangsung berkat kesediaan guru ngaji meluangkan waktu di sela-sela kesibukan. Ada yang mengajar setelah bekerja, ada yang membuka rumahnya untuk anak-anak, dan ada pula dai yang harus menempuh perjalanan jauh untuk membina jamaah.
Pengabdian seperti ini memiliki nilai sosial yang penting. Namun niat tulus tidak menghapus kebutuhan hidup. Para dai dan guru ngaji tetap membutuhkan biaya transportasi, bahan pembelajaran, serta penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan pendakwah perlu menjadi bagian dari perhatian umat. Insentif yang dirancang sesuai kebutuhan program dapat membantu mengurangi beban operasional pengabdian, meskipun tidak dimaksudkan untuk menggantikan seluruh kebutuhan hidup mereka.
Badan Pusat Statistik melalui publikasi Statistik Pendidikan 2025 menyediakan gambaran nasional tentang kondisi pendidikan, termasuk guru dan sarana pendidikan. Sementara itu, pembelajaran Al-Qur’an di tingkat komunitas juga berlangsung melalui lembaga pendidikan keagamaan dan pengajaran masyarakat. Konteks ini memperlihatkan pentingnya memperhatikan para pengajar yang bekerja di berbagai lingkungan, termasuk di luar sistem sekolah formal.
PosDai merupakan gerakan yang berkhidmat kepada para dai, khususnya mereka yang bertugas di daerah terpencil, wilayah minoritas Muslim, daerah konflik, dan lokasi yang menghadapi keterbatasan sumber daya. Dukungan masyarakat menjadi salah satu unsur yang membantu keberlangsungan kiprah tersebut.
Melalui donasi untuk program insentif dai dan guru ngaji, Anda ikut memperkuat ekosistem dakwah yang menghargai pengabdian sekaligus memperhatikan keberlanjutannya. Kontribusi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan program yang telah ditetapkan.
Bayangkan seorang guru ngaji yang dapat terus menyediakan waktu untuk murid-muridnya karena beban operasionalnya terbantu. Bayangkan sebuah kegiatan belajar yang dapat berlangsung lebih teratur karena pengajarnya memperoleh dukungan yang layak.
Itulah tujuan yang patut kita upayakan bersama: bukan menjadikan dakwah sebagai transaksi, melainkan memastikan para pengabdi ilmu tidak harus menanggung seluruh beban perjuangannya sendirian.
Mari dukung PosDai dalam memperkuat pengabdian dai dan guru ngaji. Donasikan sebagian rezeki Anda atau bangun kemitraan untuk membantu keberlanjutan kegiatan dakwah di masyarakat.
















