Lewat Media Massa, Pendakwah Diharapkan Menjadi Dai Pewarta - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

Lewat Media Massa, Pendakwah Diharapkan Menjadi Dai Pewarta

Selain berdakwah mealuli mimbar, para dai juga didorong untuk memaksimalkan dakwah lewat media massa dan media sosial. Dewasa ini, media...

Selain berdakwah mealuli mimbar, para dai juga didorong untuk memaksimalkan dakwah lewat media massa dan media sosial. Dewasa ini, media menjadi saluran penting dalam menyampaikan risalah Islam ke berbagai penjuru dunia.
Oleh karena itu, untuk meneguhkan dakwah lewat media, para dai diajak meningkatkan kemampuannya dalam bidang tulis menulis dan mengisi konten medsos. Istilahnya, menjadi dai pewarta. Yaitu dai yang mampu mensyiarkan dakwahnya lewat tulisan atau media lainnya, layaknya seorang wartawan.
Dijelaskan bahwa para dai mengemban misi dakwah. Dakwah itu artinya mengajak umat, antara lain agar simpati dengan gerakan dakwah Islam.
“Supaya mereka mendukung gerakan dakwah kita,” ujar wartawan senior Hidayatullah Mahladi saat menyampaikan materi “Menjadi Dai Pewarta” pada Rakornas PosDai pada 04 Sepetember 2019 lalu di Aula Pesantren Hidayatullah Depok .
Setelah dai mengajak umat bersimpati, tujuan dakwah berikutnya adalah mengajak umat agar mau ikut serta dalam barisan dakwah.
Dalam upaya itulah, keberadaan media menjadi penting bagi para dai. Selain kemahiran tulis menulis, para dai juga dituntut piawai dalam memanfaatkan dan mengisi media sosial dengan konten-konten menarik. Misalnya lewat video-video pendek.
“Kalau mau menjadi penulis handal, mulailah dari menulis jurnalistik,” Mahladi menyarankan, lantas menguraikan secara lebih rinci dasar-dasar membuat reportasi secara sederhana yang bisa dilakukan para dai.
Ia pun mengajak para dai untuk menghidupkan dakwah di internet, baik dengan membuat situs/website ataupun akun media sosial.
Untuk diketahui, pada dai tersebut selama ini telah berdakwah di berbagai wilayah. Mereka telah mengajak umat bersama-sama membangun negeri ini sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suhail mengatakan, para dai itu juga hadir di sudut-sudut keramaian kota, bersama kaum miskin yang termarjinalkan, yang miskin harta, miskin keyakinan, untuk mengangkat harkat dan martabat mereka.
Dai-dai Pos Dai, terangnya, merupakan para mu’allim (pengajar) Al-Qur’an yang terus bekerja dan berkarya meski sepi dari liputan media. Dalam keheningan tanpa pamrih itu, mereka merajut pulau-pulau dalam NKRI ini dalam rangkaian cahaya Al-Qur’an.
“Lewat kegiatan ini kami ingin menjalin silaturahim, mengabarkan dan sekaligus mengajak masyarakat turut bergabung dan mendukung upaya para dai tersebut dalam membangun negeri yang kita cintai ini menjadi negeri yang dilimpahi berkah dari langit dan bumi dan terhindar dari kehancuran, dengan cara menerangi kehidupan ini dengan cahaya Al-Qur’an,” terangnya sebelumnya. */MSKR

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri