Meneguhkan Gerakan Memasyarakatkan Al Quran - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

Senin, 23 September 2019

Meneguhkan Gerakan Memasyarakatkan Al Quran

Masih tingginya buta aksara hijaiyah di Indonesia turut meyumbang rendahnya kesadaran masyarakat terhadap Al Quran, baik dari sisi pemaha...

Masih tingginya buta aksara hijaiyah di Indonesia turut meyumbang rendahnya kesadaran masyarakat terhadap Al Quran, baik dari sisi pemahaman dan penguasaan baca tulis. Hal ini pula yang menjadi salah satu fokus kajian yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Persaudaraan Dai Indonesia (Pos Dai) Tahun 2019 yang diselenggarakan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat.

Rakornas Pos Dai yang berlangsung selama 4 hari pada Kamis-Ahad (05-08/09/2019), yang mengusung tema “Konsolidasi Nasional Gerakan Dakwah Mengajar-Belajar al-Qur’an”, ingin merevitalisasi gerakan dakwah Al Quran agar semakin sistematis dan massif.

Sejalan dengan itu, diantara salah satu rekomendasi penting yang menjadi bagian dari program yang ditelurkan dari acara ini adalah meneguhkan gerakan Gerakan Dakwah Mengajar-Belajar al-Qur’an (Grand MBA) dalam rangka memasyarakatkan Al Qur’an ke dalam semua aspek kehidupan.

Dengan dukungan jaringan dai yang telah merambah kota-kota yang jauh, menembus daerah terpencil dan minoritas, daerah konflik, serta menghadapi para misionaris, diharapkan gerakan ini semakin baik dan mecerdaskan kehidupan bangsa.

“"Tidak ada pekerjaan kita yang lebih penting kecuali mengurusi Al Qur'an. Kesibukan kita sebagai dai memang fokus mengurusi Qur'an. Karena itu, Gerakan Dakwah Mengajar Belajar Al Qur'an (Grand MBA) ini sebuah ide yang luar biasa,” ujar Direktur Utama Pos Dai Ust Ahmad Suhail.

Suhail menambahkan, gerakan besar Pos Dai dalam mengentaskan problem buta aksara Al Quran tersebut termuat dalam semboyan (tagline) yang berbunyi: "Save Indonesia  With Quran. Pedoman tersebut selaras dengan motto Pos Dai selama ini  “Bersama Dai Membangun Negeri”, sebagai ikhtiar Pos Dai mengabdi untuk umat, bangsa dan negara.

“Dengan semboyan tersebut, Pos Dai menampilkan heroisme, mujahadah, perjuangan dan kesabaran,” ujarnya.

Selain itu, Rakornas Pos Dai ini pula merekomendasikan perlunya pendirian Sekolah Dai di semua cabang yang ada agar semakin banyak lahir tenaga penyuluh agama Islam yang siap bertugas dan ditempatkan di mana saja dalam pengabdian dakwah.

“Rakornas ini untuk menyempurnakan segala agenda dan program kita. Asalkan bergerak saja, insya Allah, bisa. Tantangan ada tapi tidak susah,” ujarnya berpesan. 

Kegiatan ini dihadiri oleh 60 orang peserta dari 27 provinsi se Indonesia.  Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan pengurus cabang Pos Dai. Diantaranya Pos Dai Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi barat. Sejak dilantiknya pengurus cabang tersebut, saat ini PosDai telah tersebar di 27 provinsi. 

Ketua Bidang Pelayanan Umat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust dr. Fathul Adhim, M.KM, yang berkesempatan membuka acara tersebut berpesan kepada dai yang menurutnya masih muda-muda ini untuk terus memperbaiki niatnya karena Allah SWT semata dan bekerja keras berdakwah melayani umat.

“Mumpung masih muda, gak usah bicara masalah capek. Kepala di kaki, kaki di kepala. Tidak apa-apa begitu. Rugi kalau cuma di rumah, hanya momong anak, tidak ada program, itu sumpek.” ujarnya berpesan.

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri