Cahaya Qur’an untuk Indonesia
RAMADHAN selalu mengajarkan satu hal penting, yaitu, bahwa perubahan besar sering dimulai dari ruang yang paling sederhana. Dari lantunan a...
RAMADHAN selalu mengajarkan satu hal penting, yaitu, bahwa perubahan besar sering dimulai dari ruang yang paling sederhana. Dari lantunan ayat yang dibaca perlahan, dari majelis kecil yang mungkin tak pernah tersorot kamera, dari rumah-rumah Qur’an yang berdiri dengan keterbatasan. Di sanalah iman dirawat dan masa depan negeri disemai.
Rumah dan majelis Qur’an bukan hanya tempat belajar membaca ayat suci. Ia adalah ruang pembentukan karakter, pusat ketenangan jiwa, dan benteng moral masyarakat.
Di banyak daerah, rumah Qur’an menjadi satu-satunya tempat anak-anak mengenal nilai kejujuran, disiplin, dan kasih sayang. Inilah pembangunan manusia yang sesungguhnya: membangun hati sebelum membangun gedung.
Namun realitas di lapangan menunjukkan banyak majelis Qur’an berjalan dengan fasilitas minim. Mushaf terbatas, ruang belajar seadanya, dan pengelola yang berjuang dengan dana pribadi. Di bulan Ramadhan, ketika pahala dilipatgandakan, kita diajak untuk hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari solusi.
Infaq, shadaqah, dan zakat maal yang kita tunaikan dapat menjadi penopang keberlanjutan rumah-rumah Qur’an ini. Setiap rupiah yang kita titipkan menjadi ayat yang terus dibaca, doa yang terus dipanjatkan, dan nilai yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Mendukung rumah dan majelis Qur’an berarti menjaga arah pembangunan bangsa agar tetap berpijak pada iman. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari salurkan infaq, shadaqah, dan zakat maal melalui PosDai, agar cahaya Al Qur’an terus menyala di seluruh penjuru negeri.
















