Buku Kisah Pengabdian Dai di Daerah 3T Diserahkan PosDai kepada Kementerian Agama
Ketua Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai), Ustadz Abdul Muin, S.Sos, menyerahkan buku berjudul Anak Anak Muda Pengukir Sejarah kepada Direkt...
Ketua Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai), Ustadz Abdul Muin, S.Sos, menyerahkan buku berjudul Anak Anak Muda Pengukir Sejarah kepada Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., dalam rangkaian kegiatan pembekalan dan penugasan dai ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Penyerahan tersebut berlangsung di sela agenda nasional yang diikuti oleh 1.500 dai dan dilaksanakan secara hybrid di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Senin (6/2/2026).
Momentum penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembekalan dai yang akan menjalankan penugasan ke berbagai wilayah strategis di seluruh Indonesia, khususnya daerah 3T. Buku Anak Anak Muda Pengukir Sejarah diterbitkan oleh PosDai sebagai dokumentasi perjalanan pengabdian para dai muda dalam menjalankan tugas dakwah di berbagai wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan tantangan geografis.
Dalam keterangannya, Ustadz Abdul Muin menjelaskan bahwa buku tersebut memuat kisah nyata para dai yang telah menjalankan amanah dakwah di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan pendampingan keagamaan dan sosial. Ia menegaskan bahwa dakwah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dan merupakan bagian dari upaya membangun bangsa secara berkelanjutan.
"Buku Anak Anak Muda Pengukir Sejarah ini kami hadirkan sebagai dokumentasi perjuangan para dai yang mengabdikan hidupnya untuk umat dan bangsa, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Dakwah adalah bagian dari ikhtiar membangun masyarakat, memperkuat nilai, dan menjaga keutuhan bangsa. Inilah semangat yang selaras dengan tagline PosDai, Bersama Dai Membangun Negeri,” kata Muin dalam keterangannya.
Ustadz Abdul Muin juga menyatakan harapannya agar buku tersebut dapat memberikan inspirasi, khususnya bagi generasi muda, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman tentang pentingnya peran dai dalam kehidupan masyarakat.
“Kami berharap buku ini menjadi inspirasi bagi generasi muda agar memahami bahwa dakwah adalah jalan pengabdian yang memiliki kontribusi nyata bagi bangsa. Bagi pemerintah, buku ini juga menjadi aspirasi bahwa para dai adalah informal leader yang hadir di tengah masyarakat dan membutuhkan dukungan agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” imbuhnya.
Penyerahan buku tersebut berlangsung dalam suasana pembekalan yang dihadiri oleh 1.500 dai dari berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari program penugasan dai ke wilayah 3T yang bertujuan memperluas jangkauan dakwah dan pendampingan masyarakat di daerah-daerah yang membutuhkan kehadiran pembinaan keagamaan.
Direktur Penais Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Dr. Muchlis M. Hanafi, dalam sambutannya di hadapan para dai yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring, menyampaikan bahwa program penugasan dai merupakan bagian dari upaya strategis yang melibatkan sinergi antara negara dan elemen masyarakat.
“Ini adalah ikhtiar kita bersama. Ikhtiar yang sangat strategis untuk membuktikan kehadiran negara dan umat ke seluruh pelosok negeri,” katanya.
Menurut Dr. Muchlis, wilayah perbatasan dan daerah 3T merupakan bagian penting dari wilayah negara yang memerlukan perhatian khusus, termasuk dalam aspek pembinaan keagamaan dan sosial. Ia menekankan bahwa kehadiran dai di wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendampingan masyarakat di berbagai aspek kehidupan.
“Mereka sangat membutuhkan kehadiran negara. Mereka sangat membutuhkan kehadiran umat. Oleh karenanya, kehadiran para dai ini tentu sangat ditunggu oleh mereka,” ujarnya.
















