Kolaborasi Konservasi dan Dakwah, Sekolah Dai Hidayatullah Bogor Luncurkan Wisata Kebun Durian - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

16 Februari 2026

Kolaborasi Konservasi dan Dakwah, Sekolah Dai Hidayatullah Bogor Luncurkan Wisata Kebun Durian

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI,...

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI, Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si, menekankan pentingnya peran pemuka agama atau dai dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan membangun kemandirian ekonomi umat.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Munawir saat memberikan sambutan dalam acara pencanangan dan peresmian Usaha Kemandirian Pesantren "Wisata Kebun Durian Premium" di Sekolah Dai Hidayatullah, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Ahad, 27 Sya'ban 1447 (15/2/2026).

Ahmad Munawir mengapresiasi langkah Sekolah Dai Hidayatullah yang memanfaatkan lahan seluas 4.000 meter persegi untuk budidaya durian premium. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan spiritual, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan konservasi lingkungan.

Ia menegaskan bahwa seorang dai yang ideal di masa kini harus memiliki tiga kompetensi utama. Tidak hanya alim dalam konteks spiritual dan dalil agama, tetapi juga peduli terhadap kelestarian ekologi serta memiliki kemandirian ekonomi.

"Dai juga harus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, kelestarian ekologi, dan yang ketiga, dai itu juga harus memiliki kemampuan dalam konteks kemandirian ekonomi," ujar Ahmad Munawir. Ia menambahkan, jika ketiga hal ini digabungkan, maka sosok dai tersebut akan menjadi paripurna dalam berdakwah di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Ahmad Munawir menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan sering terjadi akibat putusnya rantai makanan dan ketidakseimbangan ekosistem. Ia mencontohkan bagaimana hilangnya predator alami seperti ular dapat menyebabkan ledakan populasi hama yang merugikan manusia.

"Maka keseimbangan hilang. Maka di situlah terjadi bencana alam, di situlah terjadi hama penyakit, di situlah terjadi hama padi yang gagal panen. Sebenarnya dari alam sudah mengajarkan kita dan Tuhan yang memberikan itu," jelasnya.



Kementerian Kehutanan memandang pelibatan dai sangat strategis dalam kampanye konservasi. Masyarakat dinilai lebih mendengar seruan tokoh agama dibandingkan himbauan pejabat pemerintah yang seringkali dianggap hanya menjalankan tugas formal.

Oleh karena itu, ia mendorong para calon dai untuk menggali ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan alam, gunung, dan sungai, serta menyampaikannya kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep "Eko-Teologi" yang juga sedang didorong oleh pemerintah, khususnya Kementerian Agama, di mana nilai-nilai teologis diimplementasikan dalam menjaga lingkungan.

Terkait peresmian Wisata Kebun Durian Premium, Ahmad Munawir menilai langkah ini sangat relevan dengan visi pemerintah dan mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian ekonomi melalui UMKM dan koperasi.

"Asta cita mendorong kemandirian ekonomi kita melalui UMKM. Dan salah satu contoh adalah yang begini. Padahal cuma nanam-nanam durian aja. Tapi sebenarnya itulah esensinya," tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Kehutanan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan bibit tanaman, baik tanaman buah (MPTS) maupun tanaman hutan, bagi pesantren-pesantren yang memiliki lahan untuk dikelola. Ahmad Munawir berharap, inisiatif di Ciomas ini dapat menjadi percontohan (role model) bagi sekolah dai dan pesantren lainnya di seluruh Indonesia untuk membangun ketahanan ekonomi sekaligus memulihkan lingkungan.

"Insyaallah dari 4.000 meter bertambah jadi 4.000 hektar, menjadi 4 juta hektar," doanya yang diamini oleh seluruh hadirin.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat Hidayatullah yaitu Bendahara Umum Suwito Fatah, Wakil Sekretaris Jenderal Muhammad Isnaeni, Ketua Departemen Dakwah Muhammad Agung, Ketua Departemen Pembinaan Anggota Iwan Abdullah, ⁠dan Ketua Departemen Sumberdaya Insani Sumariadi.

Tampak pula Koordinator Grand MBA Pusat Muhdi Muhammad, Ketua Posdai Pusat Abdul Muin, ⁠Ketua Yayasan Sekolah Dai Saifudin Abdullah dan Ketua Pengawas Samani Harjo, serta Munir salah satu penyuluh pertanian, serta para santri Sekolah Dai yang bersiap terjun ke daerah-daerah untuk berdakwah dan memberdayakan masyarakat.

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri