"Jalan Keluar" Ketika Mengalami Wabah Kesepian - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

10 Juli 2026

"Jalan Keluar" Ketika Mengalami Wabah Kesepian

BELAKANGAN ini istilah loneliness epidemic atau wabah kesepian semakin sering dibahas dalam berbagai kajian psikologi. Meski dikelilingi j...

BELAKANGAN
ini istilah loneliness epidemic atau wabah kesepian semakin sering dibahas dalam berbagai kajian psikologi. Meski dikelilingi jutaan orang dan selalu terhubung melalui teknologi, banyak masyarakat urban justru merasa semakin sendiri.

Mereka memiliki pekerjaan. Memiliki penghasilan. Memiliki akses terhadap berbagai fasilitas. Namun, tidak sedikit yang mengaku kehilangan rasa tenang.

Ironisnya, boleh jadi mereka justru menemukan ketenangan itu di tempat yang sama sekali berbeda.

Dalam perjalanan kita mengarungi bumi, kita mungkin pernah mendapati kehidupan dai atau guru ngaji di pedalaman. Rumahnya sederhana saja. Listrik hanya menyala pada waktu tertentu. Sinyal telepon tidak selalu tersedia.

Tetapi wajahnya memancarkan ketenangan yang sulit dijelaskan. "Setiap hari saya melihat anak-anak belajar Al-Qur'an. Itu sudah cukup membuat hati saya tenang," demikian kata kata yang mungkin kita dapatkan dari para dai mengabdi ini.

Di kota, kita sering mengejar sesuatu yang belum tentu memberi kedamaian. Di pelosok, ada orang-orang yang hidup sederhana tetapi merasa kaya karena hidupnya bermanfaat.

Dalam psikologi modern dikenal konsep bahwa memberi kepada orang lain dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tindakan memberi secara sukarela berkaitan dengan meningkatnya rasa syukur, makna hidup, dan kepuasan batin.

Islam telah mengajarkan hal itu jauh sebelum berbagai penelitian dilakukan. Sedekah bukan hanya mengubah kehidupan penerima. Sedekah juga mengubah hati pemberinya.

Program Sahabat Dai PosDai mempertemukan dua kebutuhan sekaligus. Di satu sisi ada masyarakat pelosok yang membutuhkan pendamping dakwah. Di sisi lain ada masyarakat kota yang sedang mencari makna hidup melalui kontribusi nyata.

Mungkin kebahagiaan tidak selalu datang karena kita memiliki lebih banyak. Barangkali ia hadir ketika hidup kita mulai memberi manfaat lebih luas.

Jika hari-hari kita mungkin terasa penat. Jika rutinitas terasa semakin melelahkan. Mungkin bukan hanya tubuh yang membutuhkan istirahat. Boleh jadi hati sedang membutuhkan kesempatan untuk berbagi.

Dan terkadang, satu langkah kecil membantu perjuangan seorang dai mampu menghadirkan ketenangan yang tidak dapat dibeli oleh apa pun.[]

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri