Ketika Tahun Ajaran Baru Menjadi Ujian Terberat Sebuah Keluarga - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

07 Juli 2026

Ketika Tahun Ajaran Baru Menjadi Ujian Terberat Sebuah Keluarga

JULI selalu identik dengan tahun ajaran baru. Di berbagai daerah, toko perlengkapan sekolah dipenuhi orang tua yang berusaha memenuhi kebut...

JULI
selalu identik dengan tahun ajaran baru. Di berbagai daerah, toko perlengkapan sekolah dipenuhi orang tua yang berusaha memenuhi kebutuhan anak-anak mereka. 

Seragam baru, buku, tas, sepatu, hingga biaya administrasi menjadi daftar panjang yang harus dipenuhi hampir dalam waktu bersamaan.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan daya beli pada sebagian kelompok masyarakat, pengeluaran pendidikan menjadi tantangan nyata bagi banyak keluarga.

Dan, beban ini terasa lebih berat di pedesaan. Pendapatan yang tidak selalu stabil membuat sebagian orang tua harus mengambil keputusan-keputusan sulit. 

Ada yang menunda pembelian kebutuhan sekolah. Ada yang menambah jam kerja. Ada pula yang terpaksa mengurangi kebutuhan lain demi memastikan anak tetap belajar.

Persoalan ekonomi ternyata tidak berhenti pada angka-angka pengeluaran. Ketika tekanan ekonomi meningkat, kerentanan sosial dan keagamaan dalam keluarga juga ikut meningkat.

Kondisi ini sering ditemukan dalam berbagai program pendampingan masyarakat. Orang tua yang sibuk mencari tambahan penghasilan memiliki waktu yang semakin sedikit untuk mendampingi anak. Aktivitas mengaji mulai berkurang. Pengawasan terhadap pergaulan melemah. Di sinilah berbagai persoalan sosial perlahan muncul.

Karena itu, pembangunan umat tidak cukup hanya berbicara tentang bantuan ekonomi. Masyarakat juga membutuhkan figur yang mampu mendampingi mereka.

Di berbagai titik penjuru negeri yang tak tersorot kamera, dai menjalankan peran tersebut. Mereka membantu orang tua membangun semangat pendidikan. Mendorong budaya gotong royong. Menginisiasi pelatihan usaha kecil.

Dai mengabdi hadir berupaya menghubungkan masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan. Memberikan motivasi agar keluarga tetap optimistis menghadapi tekanan ekonomi.

Dai bukan sekadar penceramah. Mereka sering menjadi fasilitator perubahan sosial di tingkat akar rumput. Inilah pendekatan yang dikembangkan dalam Program Sahabat Dai oleh PosDai.

Penguatan kapasitas dai tidak hanya diarahkan pada aspek dakwah, tetapi juga pada kemampuan mendampingi masyarakat membangun kemandirian, memperkuat solidaritas sosial, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Pendekatan seperti ini sangat penting. Karena keluarga yang kuat secara ekonomi akan lebih mudah menjaga pendidikan anak. Dan, keluarga yang kuat secara spiritual akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Setiap kontribusi yang diberikan masyarakat kepada Program Sahabat Dai bukan hanya membantu keberlangsungan dakwah. Lebih dari itu, kontribusi tersebut menjadi investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh keluarga-keluarga di berbagai pelosok Indonesia.

Jika selama ini kita memandang dakwah hanya sebagai aktivitas di mimbar, mungkin sekarang saatnya melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas. 

Dakwah juga hadir di sawah. Di rumah-rumah sederhana. Di kelompok usaha masyarakat. Di ruang belajar anak-anak. Dan di setiap tempat di mana harapan sedang diperjuangkan.

Bila kita ingin melihat lebih banyak keluarga Indonesia yang tangguh secara ekonomi sekaligus kokoh dalam nilai-nilai Islam, maka menguatkan para dai adalah salah satu langkah paling strategis yang dapat kita lakukan bersama. 

Dukungan dalam bentuk infaq, kemitraan, penyebaran informasi, atau kolaborasi program akan memperbesar jangkauan manfaat Program Sahabat Dai PosDai bagi masyarakat yang membutuhkan.[]

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri