Keteladanan Bahasa Dakwah yang Paling Panjang - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

31 Agustus 2026

Keteladanan Bahasa Dakwah yang Paling Panjang

ADA orang yang mungkin lupa apa yang pernah kita katakan, tetapi sulit melupakan bagaimana kita memperlakukannya. Di situlah salah satu kek...

ADA
orang yang mungkin lupa apa yang pernah kita katakan, tetapi sulit melupakan bagaimana kita memperlakukannya. Di situlah salah satu kekuatan dakwah bekerja. Bukan hanya melalui kata-kata yang terdengar, melainkan melalui sikap yang dilihat berulang-ulang.

Seorang dai bisa menyampaikan ceramah tentang kesabaran dengan suara yang lantang. Namun, masyarakat justru akan mengingat kesabarannya ketika menghadapi pertanyaan yang sama untuk kesekian kali. 

Ia bisa berbicara tentang kasih sayang kepada sesama, tetapi pesan itu memperoleh makna yang jauh lebih kuat ketika ia tetap bersedia menemani seorang warga yang sedang kesulitan, meski tidak ada kamera yang merekam.

Dakwah memang membutuhkan ilmu. Membutuhkan kemampuan berbicara, membaca persoalan, memahami teks agama, dan menjelaskan ajaran Islam dengan tepat. Tetapi semua itu akan kehilangan sebagian kekuatannya apabila tidak bertemu dengan akhlak.

Al-Qur’an bahkan menggambarkan Rasulullah ï·º sebagai pribadi yang memiliki akhlak agung. Dalam Surah Al-Qalam ayat 4, Allah menyebut, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Pujian itu bukan sekadar tentang kemampuan menyampaikan risalah, tetapi tentang pribadi yang menjadi pengejawantahan nilai-nilai risalah tersebut.

Masyarakat hari ini juga semakin kritis. Mereka tidak hanya mendengar apa yang dikatakan seorang tokoh agama. Mereka memperhatikan bagaimana ia bersikap ketika berbeda pendapat, bagaimana memperlakukan orang yang tidak memiliki pengaruh, bagaimana berbicara kepada anak-anak, bagaimana menyikapi kritik, bahkan bagaimana menggunakan media sosial.

Karena itu, keteladanan adalah bagian dari pesan itu sendiri. Para dai membutuhkan dukungan agar dapat terus hadir di tengah masyarakat, tetapi dukungan itu tidak selalu berbentuk materi. 

Menyediakan ruang untuk berdialog, membantu memperluas jangkauan dakwah, memberikan masukan dengan cara yang baik, atau sekadar mendoakan keteguhan mereka juga merupakan bentuk kepedulian terhadap perjalanan dakwah.

Dakwah yang paling kuat mungkin bukan dakwah yang paling ramai dibicarakan. Ia adalah dakwah yang diam-diam mengubah cara seseorang memperlakukan orang lain. Sebab, ketika ajaran Islam terlihat dalam akhlak seorang dai, masyarakat tidak sekadar mendengar tentang kebaikan. Mereka melihat kebaikan itu hidup di hadapan mereka.

Dan, ketika kata-kata telah selesai diucapkan, keteladananlah yang sering kali masih melanjutkan dakwah. (din/adm)

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri