Membangun Negeri Menguatkan Peran Dai dan Guru Ngaji - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

18 September 2026

Membangun Negeri Menguatkan Peran Dai dan Guru Ngaji

SEBAGAI masyarakat perkotaan, kita rasanya merasa bersyukur melihat begitu banyak kemudahan yang tersedia untuk anak-anak kita hari ini. Ji...

SEBAGAI
masyarakat perkotaan, kita rasanya merasa bersyukur melihat begitu banyak kemudahan yang tersedia untuk anak-anak kita hari ini.

Jika ingin belajar mengaji, ada TPA di dekat rumah. Jika ingin memperdalam hafalan, ada rumah tahfiz. Jika ingin mengikuti kelas agama, tersedia guru privat, platform digital, bahkan aplikasi yang dapat diakses kapan saja.

Pilihan begitu banyak. Fasilitas begitu mudah.

Namun, kondisi berbeda mungkin dirasakan dengan saudara saudara kita yang nun jauh di sana. Boleh jadi ada desa yang jauh dari pusat kota, ada sekelompok ibu yang setiap pekan menunggu kedatangan guru mengaji. 

Bukan karena mereka malas belajar. Bukan karena mereka tidak peduli pada pendidikan agama anak-anaknya. Tetapi karena memang tidak ada cukup tenaga pengajar yang dapat mendampingi mereka secara rutin.

Bayangkan perasaan seorang ibu yang sangat ingin melihat anaknya mampu membaca Al-Qur'an, tetapi akses terhadap pendidikan agama begitu terbatas.

Sebagai orangtua, kita tentu bisa memahami kegelisahan itu. Karena setiap kita pasti memiliki harapan yang sama. Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh.

Kita ingin anak anak kita mencintai Al-Qur'an. Kita ingin mereka mengenal Allah sejak kecil. Kita ingin mereka memiliki benteng iman di tengah dunia yang semakin kompleks.

Hari ini tantangan mendidik anak semakin besar. Gawai ada di tangan mereka sejak usia dini. Informasi masuk tanpa batas. Pengaruh media sosial semakin kuat. 

Karena itu, kebutuhan terhadap pembinaan agama yang baik justru semakin penting.

Namun, ketika kita membayangkan para ibu di pelosok yang harus berjuang mendapatkan akses dasar terhadap pendidikan Islam, kita merasa bahwa rasa syukur seharusnya melahirkan kepedulian.

Nikmat yang tidak dibagikan sering kali berhenti menjadi kenyamanan pribadi. Tetapi nikmat yang dibagikan berubah menjadi keberkahan yang meluas.

Program Sahabat Dai dari Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) hadir untuk mendukung peran para dai dan guru ngaji di daerah daerah yang jauh. Program ini bukan hanya berbicara tentang membantu seorang dai.

Lebih dari itu, program ini membantu menjaga hadirnya guru, pembimbing, dan pendamping bagi masyarakat yang sangat membutuhkan sentuhan dakwah.

Mungkin sebagian dari uang belanja yang bisa kita hemat, sebagian dari konsumsi yang bisa kita kurangi, atau sebagian dari kas majelis taklim yang kita kumpulkan, dapat menjadi jalan hadirnya pendidikan Islam di tempat-tempat yang selama ini sulit dijangkau.

Bukankah itu seperti menjadi orang tua asuh bagi dakwah? Bukankah itu seperti ikut membantu seorang anak di desa terpencil agar bisa membaca Al-Qur'an?

Kadang Allah mempertemukan kita dengan amal saleh melalui langkah kepedulian yang dilakukan secara konsisten. Mari terus mendoakan para dai yang bertugas di pelosok.

Mari mendoakan anak-anak yang sedang belajar mengaji di kampung-kampung terpencil. Dan, jika Allah memberi kelapangan rezeki, mari ikut mengambil bagian dalam perjuangan itu.

Karena mungkin di suatu tempat yang jauh dari rumah kita, ada orang orangtua yang sedang memanjatkan doa agar anaknya memiliki guru yang mengajarkan Al-Qur'an.

Dan, bisa jadi, Allah menjadikan kita bagian dari jawaban atas doa tersebut.[]

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri