Membersamai Langkah Dai Mengabdi Membangun Negeri - Persaudaraan Dai Indonesia | Bersama Dai Membangun Negeri | Posdai.or.id

16 September 2026

Membersamai Langkah Dai Mengabdi Membangun Negeri

PAGI itu kabut masih menggantung di antara tepian pelabuhan. Ustadz Agus Salim bersiap berlayar menuju tempat penugasan dakwahnya di Pulau ...

PAGI
itu kabut masih menggantung di antara tepian pelabuhan. Ustadz Agus Salim bersiap berlayar menuju tempat penugasan dakwahnya di Pulau Kabetan, Desa Kabetan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kapal motor yang gunakan beberapa kali harus berhenti. Di beberapa titik, ia bahkan harus berupaya maksimal melewati dentuman ombak laut yang datang menerpa.

Perjalanan menuju Kabetan memakan waktu dua jam lebih dengan kapal motor ketinting. Bagi sebagian orang, dua jam mungkin waktu yang panjang untuk menghadiri rapat, mengunjungi kerabat, atau melakukan perjalanan bisnis. Namun bagi Agus, dua jam itu adalah jalan menuju sebuah majelis kecil tempat belasan anak menunggu untuk belajar membaca Al-Qur'an.

Sesampainya di sana, tidak ada bangunan megah. Tidak ada pendingin ruangan. Tidak ada papan digital. Hanya sebuah ruang sederhana dengan lantai seadanya dan beberapa mushaf yang mulai usang.

Tetapi ada sesuatu yang jauh lebih berharga. Ada semangat belajar yang luar biasa.

Agus masih ingat seorang anak pulau yang dengan penuh kesungguhan berusaha mengeja huruf demi huruf hijaiyah. Lidahnya terbata-bata. Beberapa kali salah mengucapkan makhraj. Namun matanya berbinar setiap kali berhasil membaca satu kata dengan benar.

Di momen seperti itulah Agus Salim sering merasa kecil di hadapan kebesaran Allah.

Kadang kita menganggap ilmu agama sebagai sesuatu yang mudah diperoleh, padahal di tempat lain ada anak-anak yang harus menunggu berhari-hari hanya untuk bertemu guru yang mengajarkan satu halaman Al-Qur'an.

Menjadi dai pedalaman bukan hanya soal menyampaikan materi dakwah. Dai mengabdi seperti Agus Salim juga menjadi teman bagi para warga pulau yang sedang belajar memahami Islam.

Menjadi tempat bertanya bagi para orang tua. Menjadi pendengar bagi mereka yang menghadapi persoalan hidup. Menjadi penguat ketika semangat masyarakat mulai melemah.

Tentu ada masa-masa berat.

Ada daerah yang belum terjangkau listrik secara optimal. Ada wilayah yang sinyal teleponnya hilang timbul. Ada perjalanan panjang yang harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Ada hari-hari ketika rasa lelah datang bersamaan dengan kerinduan kepada keluarga. Namun, setiap kali melihat anak-anak tersenyum setelah berhasil membaca ayat Al-Qur'an, seluruh rasa lelah itu seakan terbayar.

Yang sering tidak diketahui banyak orang adalah bahwa perjuangan di lapangan membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.

Dakwah tidak berjalan hanya dengan semangat. Ada kebutuhan transportasi. Ada kebutuhan pembinaan. Ada kebutuhan operasional yang harus dipenuhi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung.

Di sinilah arti penting program Sahabat Dai yang digagas Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai). Bagi para dai yang bertugas di pelosok, dukungan itu bukan sekadar bantuan. Itu adalah energi. Ia adalah pesan bahwa perjuangan ini tidak dilakukan sendirian.

Itu adalah bukti bahwa masih banyak saudara Muslim yang peduli terhadap masa depan dakwah di daerah-daerah yang jauh dari pusat perhatian.

Setiap dukungan yang sampai kepada para dai sesungguhnya sedang ikut menemani perjalanan panjang menuju kampung-kampung yang merindukan cahaya ilmu.

Mungkin masyarakat tidak mengenal nama para dai mengabdi. Mungkin tidak ada sorotan kamera ketika mereka mengajar. Namun, selama masih ada anak-anak yang ingin belajar Al-Qur'an, selama masih ada mualaf yang membutuhkan pendampingan, dan selama masih ada umat yang menanti bimbingan, maka perjalanan ini akan terus berlanjut.

Dan, setiap langkah itu menjadi lebih ringan ketika ada banyak sahabat yang turut menguatkan dari kejauhan.[]

Mitra

Sinergi adalah energi kita, terus berpadu dalam langkah nyata

  • Bersama Dai Bangun Negeri
  • Save Indonesia with Quran, ajak masyarakat hidupkan al-Quran
  • Menjadi dai perekat ukhuwah islamiyah dan ukhuwan insaniyah
  • Keswadayaan bersama mengemban amanah dakwah majukan negeri