PosDai Turut Sukseskan Tabligh Akbar Dakwah Kuatkan Keluarga dan Persatuan Umat
Mencetak anak yang sholeh dan dermawan melalui amalan sedekah di bulan suci Ramadhan menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan Tabli...
Mencetak anak yang sholeh dan dermawan melalui amalan sedekah di bulan suci Ramadhan menjadi pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan Tabligh Akbar sekaligus Tarhib Ramadhan yang digelar di Masjid Agung Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jumat (23/1/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan tokoh daerah, antara lain istri Wakil Bupati Raja Ampat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta jajaran, Komandan Distrik Militer (Dandim) Waisai, serta seluruh ketua dan anggota majelis taklim se-Kota Raja Ampat.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) bekerja sama dengan Hidayatullah Raja Ampat, serta mendapat dukungan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Barat Daya.
Pelaksanaan Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya dakwah dan pembinaan umat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki karakter sosial dan geografis yang khas.
Ketua PosDai Pusat, Abdul Muin, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kebersamaan umat serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Ia menekankan pentingnya sinergi antara elemen masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang kokoh.
“Harapan dari kegiatan ini adalah terwujudnya persatuan dan kerukunan, saling mendukung dan membantu dalam upaya menghadirkan masyarakat Raja Ampat yang bahagia dan semakin dekat kepada Allah SWT,” ujar Abdul Muin dalam keterangannya.
Menurutnya, momentum menjelang Ramadhan perlu dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi spiritual dan sosial. Di wilayah Indonesia bagian timur seperti Raja Ampat, kegiatan keagamaan berskala besar dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ikatan umat sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman dalam bingkai keindonesiaan. Abdul Muin juga menegaskan bahwa PosDai bersama Hidayatullah berkomitmen untuk terus menghadirkan program dakwah yang menyentuh kebutuhan umat secara nyata.
Dalam Tabligh Akbar tersebut, panitia menghadirkan dai nasional KH. M. Zainuddin Musaddad sebagai penceramah utama. Dai yang akrab disapa Abah Zain ini menyampaikan materi bertema Rumahku Surgaku, Mencetak Anak yang Sholeh dan Dermawan Melalui Amalan Sedekah di Bulan Suci Ramadhan. Penyampaian materi berlangsung di Masjid Agung Nurul Yakin Waisai dan diikuti oleh jamaah dari berbagai majelis taklim.
Dalam tausiahnya, Zainuddin Musaddad menguraikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi. Ia menekankan bahwa nilai keshalihan dan kedermawanan tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembiasaan dan keteladanan yang dimulai dari rumah.
“Rumah adalah madrasah pertama. Dari sanalah anak-anak belajar mengenal nilai iman, kepedulian, dan semangat berbagi,” ujar Zainuddin Musaddad di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa bulan suci Ramadhan memberikan ruang yang luas bagi orang tua untuk menanamkan nilai sedekah kepada anak-anak. Menurutnya, amalan sedekah tidak hanya berdimensi materi, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan kesadaran spiritual.
“Melalui sedekah di bulan Ramadhan, anak-anak dilatih untuk memahami arti memberi, merasakan kebahagiaan berbagi, dan menumbuhkan empati kepada sesama,” kata Zainuddin Musaddad.
Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk dan memiliki tradisi gotong royong yang kuat, ia menyampaikan bahwa nilai sedekah selaras dengan budaya saling membantu yang telah mengakar. Menurutnya, penguatan nilai ini di lingkungan keluarga akan berkontribusi pada lahirnya generasi yang tidak hanya taat secara personal, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Barat Daya, M. Sanusi, menambahkan, kegiatan Tabligh Akbar dan Tarhib Ramadhan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-majelis taklim dan tokoh masyarakat di Raja Ampat.
Sanusi mengatakan kehadiran unsur pemerintah daerah, aparat, dan organisasi keagamaan kian meneguhkan harmoni dalam keterlibatan bersama dalam mendukung pembinaan umat. Melalui forum ini, pesan-pesan keislaman disampaikan secara terbuka dan inklusif, sejalan dengan semangat dakwah yang menyejukkan.
"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, lintas elemen organisasi internal maupun eksternal menegaskan peran dakwah sebagai sarana penguatan iman, keluarga, dan kepedulian sosial," kata Sanusi.
Menurut Sanusi, tema mencetak anak yang sholeh dan dermawan melalui amalan sedekah di bulan suci Ramadhan menjadi pengingat bahwa pembinaan generasi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama umat dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Islam di tengah kehidupan bangsa Indonesia.
















